PERAN BUNDO KANDUANG DI MINANGKABAU DALAM
PENGELOLAAN HUTAN SEBAGAI SUMBER PANGAN
Gambar 1 : Hutan Nagari Jorong Tabek Talang Babungo, Kabupaten Solok
Tampek baladang jo
bakabun, tampek maambiak kaparumahan, tampek badiam sagalo nan haluih, tampek
sambunyi sagalo binatang, tampek maambiak buah nan ranun, tampek manyimpan air
nan janiah, tampek sagalo nego jo bando
Begitulah kira-kira bunyi falsafah
adat Minangkabau tentang fungsi Hutan bila
di artikan maka:
"tempat
berladang dan berkebun, membuat rumah, tempat berdiam segala yang halus, tempat
bersembunyi segala Binatang, tempat mengambil buah yang telah masak, tempat
penyimpan air yang jernih dan tempat segala sumber daya alam"
Sejatinya, Masyarakat
Minang telah arif dalam mengelola hutan dan alam bila dilihat dari falsafah di
atas, Sedangkan lanjutannya adalah:
Nan lereng tanami padi
Nan tunggang tanami bambu
Nan gurun jadikan parak
Nan bancah jadikan sawah
Nan padek ka parumahan
Nan munggu jadikan pandam
Nan gauang ka tabek ikan
Nan padang tampek gubalo
Nan lacah kubangan kabau
Nan rawan ranangan itiak
Falsafah adat tersebut menerangkan bagiamana kearifan lokal masyarakat adat
Minangkabau mengelola hutan dan lahan, artinya:
"Yang lereng tanami padi, yang tunggang tanami bambu ,
yang gurun jadikan ladang, tanah yang berair jadikan sawah, tanah yang padat
jadikan rumah, padang ilalang jadikan tempat gembala hewan, tanah yang lunak
jadikan tempat kubangan kerbau, rawa tempat beternak itik"
Kearifan lokal adat di Minangkabau tentang hutan dan
pengelolaannya sudah di atur sedemikian rupa dengan memperhatikan kondisi alam
sehingga tidak merusak dan sesuai dengan peruntukannya, akhirnya masyarakat di
Minangkabau hidup selaras dengan alam. Uniknya kearifan lokal ini adalah sumber
pengetahuan tertinggi di Minangkabau sebagai manifestasi dalam mengelola hutan
dan menjadi pedoman hidup tertinggi di
Minangkabau.
| Sumber Tingkatan Pengetahuan di Minagkabau |
Namun Falsafah adat Minangkabau tentang hutan dan
pengelolaannya tergerus oleh kemajuan zaman sekarang ini, bahkan juga mungkin
akibat budaya budaya asing yang masuk sehingga masyarakat Minang tidak
memandang lagi hutan sebagai tempat tinggal yang mampu memberikan kehidupan
tapi malah dimanfaatkan secara eksploitatif dan masif oleh oknum-oknum yang tidak
bertanggung jawab. Masyarakat kemudian secara paksa harus
menanam dalam skala yang besar untuk memenuhi sirkulasi kapital dengan membuka hutan secara besar-besaran.
Pendapatan sering kali tidak sesuai dengan apa yang telah dikerjakan,
alam menjadi rusak, kearifan lokal dan ilmu
alam yang sebelumnya dipelajari pun hilang
seiring berganti dengan pertambangan dan ekspansi perkebunan kelapa sawit di ranah
Minang.
Tambang
dan Sawit Ancaman Nyata Hutan Sumatera Barat
Tambang dan Perkebunan kelapa sawit adalah mimpi buruk
bagi keberlanjutan hutan di Sumatera Barat. pasalnya pembukaan perkebunan
kelapa sawit akan mengorbankan hutan untuk dibabat. Sedangkan kegiatan
pertambangan selain merusak kawasan hutan karena barang tambang umumnya
terdapat dalam hutan, selain itu kegiatan ini menghancurkan sawah-sawah masyarakat,
menghilangkan sumber air jernih dari sungai.
Infografis
WALHI Sumatera Barat
|
Dari Data yang dihimpun Oleh WALHI Sumatera Barat Tahun 2019,
terdapat sebanyak 90 HGU Perkebunan Kelapa sawit seluas 151.000 Ha, serta 72 Izin
usaha pertambangan (antara lain emas, batubara, besi, sirtukil). Pemerintah seharusnya
tidak melihat sumber daya alam hutan sebagai objek yang bisa di eksploitasi
secara besar-besar sehingga menghilangkan hutan dan menghancurkan kehidupan masyarakat
lokal yang bergantung hidupnya dengan hutan. Tidak jarang juga kegiatan merusak
ini memanen bencana ekologis di kemudian hari. Pemerintah harusnya berkaca
dengan kejadian yang ada agar memperbaiki tata kelola hutan yang lebih baik
lagi di Sumatera Barat.
Potensi Hutan Sumatera Barat
Sumatera Barat memiliki hutan yang cukup luas. Data dari Kementerian
Kehutanan menyebutkan jumlah hutan di Sumatera Barat seluas 2,3 Juta Hektar. Sekitar
60% dari luas wilayah di Sumatera Barat. artinya bahwa hutan yang cukup luas
ini memiliki potensi besar bila dikelola dengan baik. Hutan sebagai tempat
tinggal flora dan fauna serta menyimpan keanekaragaman hayati yang tinggi patut
dipertahankan.
| Harimau Sumatera tertangkap kamera Trap di Kabupaten Solok Selatan |
Selain menyimpan keanekaragaman hayati yang tinggi, hutan di Sumatera Barat juga memiliki potensi sumber bahan pangan yang sangat melimpah. Hutan menyediakan buah-buahan bagi hewan dan manusia di dalamnya. Tumbuhan dan buah buahan dimanfaatkan oleh masyarakat lokal untuk kebutuhan hidup sebagai sumber pangannya sendiri. Selain itu guna menambah kebutuhan ekonomis yang bersumber dari hutan.
Potensi Sumber Daya Alam Pangan di Sumatera Barat
Potensi Sumber daya Alam pangan di Sumatera Barat sangat melimpah, sebagai besar semua jenis tumbuh-tumbuhan yang ada di dunia, berada di Hutan hujan tropis Indonesia sehingga sumber pangan nya berlimpah. Diantaranya adalah, sereh wangi, madu, pala, bambu, jernag, kopi, pakis dll.
![]() |
| Buah Pala |
Potensi sumber daya alam yang sangat banyak ini bila dikelola dengan baik, setidaknya
dapat memenuhi kebutuhan pangan lokal tanpa bergantung pada daerah lain. Selain
itu juga dapat menambah pundi pundi ekonomi masyarakat lokal sehingga falsah
adat Minangkabau yang dicita-citakan dapat di jalan sehingga alam dapat memenuhi
kebutuhan hidup manusia dan tetap lestari
Praktek
Baik Pengelolaa Hutan oleh Perempuan di Nagari Kapujan Koto Barapak, Kab.
Pesisisr Selatan Sumatera Barat
Pada Tahun 2016 WALHI Sumbar dan WRI (Women Research Institute) mendorong pengelolaan
hutan berbasis masyarakat, khsusunya kelompok perempuan di Nagari Kapujan. Kegiatan
ini guna mendorong adanya ekonomi alernatif bagi kelompok perempuan yang ada di
Nagari Kapujan tanpa harus merusak hutan.
Pendampingan yang dilakukan salah satunya pengusulan Perhutanan Sosial. Perhutanan
sosial adalah pengelolaan hutan lestari yang menitik beratkan pemanfaatan hasil
hutan tanpa merusak hutan itu sendiri. Sehingga masyarakat sejahtera tapi hutan
tetap lestari.
Saya sendiri yang menjadi koordinator progaram perhutanan sosial memiliki
pengalaman yang tidak bisa dilupakan. Di awal pendampingan saya melakukan
pendekatan sosial dengan masyarakat Nagari Kapujan. Saya mempelajari arti
kehidupan desa dengan langsung menyelami kehidupan masyarakat. Kehidupan yang
sangat bergantung terhadap alam itu sendiri memiliki nilai baik bagi sosial dan
lingkungan.
Tak hanya tinggal di masyarakat, saya juga ikut berdiskusi tentang
perhutanan sosial bersama masyarakat. yang unik dari masyarakat Minang adalah ketika
berdiskusi tentang tanah dan ruang hidup adalah ranah sensitif. Trauma masa
lalu tentang penetapan kawasan hutan lindung menjadi ingatan yang sulit
dilupakan. Bahwa, dahulunya masyarakat sempat dipersoalkan karena menggarap dan
mengelola lahan pada kawasan lindung. Tak jarang menghasilkan konflik vertikal
antara masyarakat dan Dinas Kehutanan. Namun, pendekatan yang dilakukan secara
terus menerus mampu menggerakkan hati masyarakat sehingga mau menerima program
ini dengan gembira. Buah dari keberhasilan dari pendampingan tersebut adalah Surat Keputusan
dari Kementerian kehutanan dan Lingkungan hidup untuk mengelola hutan lindung
secara legal seluas 111 Ha
![]() |
| SK Perhutanan Sosial Nagari Kapujan |
Tapi semenjak pendampingan dari WALHI Sumbar dan WRI (Women Research
Institute) mengubah paradigma berpikir masyarakat. Tahapan yang menarik dari
pendampingan ini yaitu tahap demi tahap kami melakukan penyadaran kepada
masyarakat tentang berorganisasi, praktek budidaya pala, serta pengolahan pala
menjadi bernilai ekonomis dan menjadi sumber pangan.
Pengalaman berorganisasi dimulai dengan membentuk kelompok Bayang Bungo
Indah yang berjumlah 60 orang perempuan dari Nagari Kapujan. Kelompok Bayang
Bungo Indah mampu membuktikan bahwa perempuan mampu mandiri dan berdaya guna
bagi kehidupannya. Semangat kelompok Bayang Bungo Indah sampai menghasilkan
produk jadi berupa Sirup Buah pala yang dimanfaatkan dari daging buah pala yang
dahulunya dibuang percuma.
Semangat dari perjuangan kelompok perempuan mengantarkan sirup pala ke puncak
kesuksesannya. Setiap sebulan sekali sirup pala dibeli oleh Hotel ternama di
Minangkabau yaitu “Bumiminang” sebagai welcome drink tamu hotel. Selain itu,
sirup pala selalu berhasil menjadi produk unggulan dari Pesisir Selatan.
Sirup Pala memiliki khasiat yang sangat banyak, selain enak banyak manfaat kesehatan yang bisa diberikan oleh buah pala, salah satu manfaatnya ialah:
1. Meningkatkan kesehatan otak
Buah pala mengandung senyawa myristicin dan macelignan. Senyawa ini dapat mengurangi kerusakan sistem saraf dan fungsi kognitif yang umumnya dimiliki pasien demensia atau penyakit alzheimer
2. Mengatasi masalah pencernaan
Salah satu komponen buah pala mirip dengan mentol, yaitu sama-sama mampu menghilangkan rasa sakit secara alami.
3. Mengatasi masalah pencernaan
Serat yang terdapat pada buah pala dapat merangsang proses pencernaan dengan mendorong gerakan peristaltik pada otot polos usus.
4. menghangatkan badan
kandungan yang ada dalam sirup pala sama dengan jahe, bisa menghangatkan tubuh
masih banyak lagi segudang manfaat dari sirup pala, selain bisa dijadikan minuman sehat, tentunya segala sesuatu yang berasal dari alam akan baik bagi kesehatan tubuh.
Sirup Pala memiliki khasiat yang sangat banyak, selain enak banyak manfaat kesehatan yang bisa diberikan oleh buah pala, salah satu manfaatnya ialah:
1. Meningkatkan kesehatan otak
Buah pala mengandung senyawa myristicin dan macelignan. Senyawa ini dapat mengurangi kerusakan sistem saraf dan fungsi kognitif yang umumnya dimiliki pasien demensia atau penyakit alzheimer
2. Mengatasi masalah pencernaan
Salah satu komponen buah pala mirip dengan mentol, yaitu sama-sama mampu menghilangkan rasa sakit secara alami.
3. Mengatasi masalah pencernaan
Serat yang terdapat pada buah pala dapat merangsang proses pencernaan dengan mendorong gerakan peristaltik pada otot polos usus.
4. menghangatkan badan
kandungan yang ada dalam sirup pala sama dengan jahe, bisa menghangatkan tubuh
masih banyak lagi segudang manfaat dari sirup pala, selain bisa dijadikan minuman sehat, tentunya segala sesuatu yang berasal dari alam akan baik bagi kesehatan tubuh.
Kesimpulan
Sejatinya Minangkabau telah memiliki kearifan lokal dalam menjaga hutan sebagai
bahagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sosial dan lingkungan. Sejatinya hutan
bukan lah sumber daya yang harus di eksploitasi sehingga merusak tanaman
ekosistem. Sebaliknya hutan harus dikelola menggunakan prinsip ekologis, Hutan
yang ada bukanlah warisan namun hanya titipan agar kelak generasi selanjutnya
dapat menikmati Hutan baik sebagai tempat tinggal maupun sumber pangan yang
berkelanjutan






Sirup pala enak banget ya aku sering beli kalau pas pulang ke Bogor
ReplyDeleteAyuk pesan lagi kak.. hehe..
Delete